Jumat, 07 September 2018

REZEKI MU TIDAK AKAN TERTUKAR

Judul                     : REZEKIMU TIDAK AKAN TERTUKAR
Oleh                      : Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah
Sumber                 : Channel Youtube – Syafiq Riza Basalamah Official
Adaptasi tulisan    : Fiqih Fahlevi


Assalamu'alaikum warah matullahi wa barakatuh.
Syukur dan sholawat.

Pada pagi hari ini kita akan membahas tentang rizki. Karena ternyata, training-training yang senantiasa diadakan untuk, agar supaya usaha menjadi lancar, agar orang-orang termotivasi untuk bekerja dan berusaha mengais rizki, itu masih ramai didatangi oleh orang-orang yang ingin memperbaiki kondisi ekonominya. Bahkan ana punya teman cerita, ana kalo habis ikut acara tentang motivasi bekerja itu ingin terbang untuk meraih dunia ini. Dan kemarin ana membaca berita, di detik dot com, kejadian di cina, mungkin antum sudah baca juga, bagaimana seorang pesaing jual mie, mungkin mie kuah, ya. Itu karena salah satu pengusaha ini ramai tokonya, muncul hasad. Muncul iri dan dengki. Itu pemilik warung sebelah datang ke dapurnya yang ramai itu, dikencingi. Itu kuahnya dikencingi dan terekam oleh cctv. Ana lihat, subhanalloh. Sampai seperti itu orang mengais rizki. Dan tadi imam membacakan tentang kisah dua putra Adam, yang gara-gara satu kurbannya diterima, yang satu ditolak, mereka akhirnya bertikai dan qobil membunuh Habil sebagai kisah pembunuhan pertama dimuka bumi ini. Apa penyebabnya?! Dunia. Apa pendorongnya? Hasad, iri, dan dengki. Jamaah ketahuilah bahwa rizki kita tidak akan pernah tertukar. Rizki itu nggak bakal ketukar. Semua yang hidup di muka bumi ini, yang sehat, yang sakit, yang sempurna tubuhnya, yang cacat, yang manusia, yang bangsa jin, yang binatang, yang serangga, yang tumbuh-tumbuhan, semuanya, itu rizkinya sudah ditanggung sama Alloh Jalla jallaluh. Kenapa kita harus berantem? Kenapa kita harus bertikai mencari rizki? Terkadang penyebabnya adanya ketidakyakinan bahwa rizki itu sudah ditanggung.

Jamaah rahimakumulloh, Al Imam Syafi’i mengatakan, rizki mu itu tidak akan berkurang karena engkau lambat. Dan rizki mu tidak akan bertambah karena engkau bersegera dan berlelah-lelah. Antum kalo melihat ada orang yang tidak berkeringat kerjanya tapi sebulan gajinya 10 juta, tapi ada juga orang yang kerja sampai berkeringat-keringat, sampai gosong kulitnya, gajinya berapa? sehari cuma 65 ribu. Kalo rizki itu ditentukan dengan semangat dan etos kerja seseorang, maka tentunya yang kerja sampai berkeringat-keringat rizkinya lebih banyak. Tukang, umpamanya. Ada orang yang Cuma duduk. Cuma duduk kerjanya. Cuma tanda tangan. Gak pernah keringatan. Tapi rizkinya lebih banyak. Kenapa? Tadi. Alloh yang sudah menentukan rizki kita. 120 hari, tatkala kita berada di perut ibunda kita, Alloh kirim malaikat untuk mencatat. Dicatat semua. Rizkinya dicatat, fulan nih, rizkinya berapa? Dari hidup sampai mati rizkinya umpama 200 juta. Mati, walaupun uang yang tersisa satu miliar, itu bukan rizki dia. Rizki anak keturunannya. Dan jamaah rahimakumulloh, rizki itu sama dengan ajal yang ditulis tatkala kita di rahim ibunda kita, rizki, ajal, apakah ia termasuk orang yang berbahagia atau dia termasuk orang yang sengsara, sudah ditentukan.

Jodoh termasuk rizki. Ada orang yang masya Alloh, ingin menikah dengan perawan. Masya Alloh. Dia nazor sana-naszor sini, sampai 30 perempuan dinazor. Ternyata rizkinya janda beranak tiga. Mau gimana? Betul rizki, jamaah. Apa yang bisa kita lakukan? Ana sudah cari, Ustadz.

Ada seorang yang masya Alloh, berangkat nazor, mau mencari akhwat, bersama ibundanya, bersama sepupunya, bersama anak sepupunya. Berangkat dari Jember ke Malang. Lihat perempuan di sana, tak cocok. Ke Bangil, tak cocok. Keliling, gak cocok. Ditanya sama ibunya, kamu ini kok gak cocok semua, maunya sama siapa?! Maunya sama anak sepupunya. Yang ikut keliling itu. Ternyata dia maunya sama akhwat itu. Dan akhirnya menikah.

Yang perlu kita lakukan adalah menumbuhkan keimanan di hati kita bahwasanya andaikata seluruh penduduk Surabaya bersatu padu untuk memberikan manfaat buat kita supaya jabatan kita naik, kalau Alloh tidak berkehendak, itu tidak mungkin terjadi. Yakin. Andaikata seluruh penduduk surabaya. Bukan penduduk surabaya sebenarnya, jamaah. Rasul SAW mengatakan, seluruh ummat manusia bersatu padu untuk memberikan mudhorot kepada mu, untuk melengserkan seseorang dari jabatannya, untuk membuat usahanya bangkrut, untuk menjadikan perdagangan dia tidak sukses, seluruh penduduk Indonesia bersatu, tapi Alloh tidak berkehendak, gak mungkin itu terjadi. Makanya orang yang beriman dengan takdir Illahi itu nyaman hidupnya. Tenang dan damai, tidak pernah susah. Tapi orang yang tidak beriman dengan takdir Illahi, berapa banyak pun yang dia miliki, dia akan tetap kurang. Oleh karena itu kata Imam Syafii, kalau engkau memiliki jantung yang qonaah, hati yang nerima, maka engkau bersama raja yang memiliki dunia ini sama.

Hari ini kita akan berbincang tentang  apa kunci rezeki, pintu-pintu rizki, selain usaha-usaha materi yang kita lakukan. Sekarang, orang sekolah di fakultas ekonomi, untuk apa? Untuk apa jamaah? Untuk cari kerja. Orang sekolah di fakultas kedokteran untuk apa? Untuk cari fulus. Cari harta. Nggak, stadz, ana gak cari fulus, Ustadz. Ana… Cari apa kira-kira itu jamaah? Cari fulus. Alloh mengatakan, harta dan anak itu perhiasan kehidupan dunia. Yang dalam hati kita telah ditanamakan kalau kita itu cinta sama harta. Itu sudah ditanamkan kepada kita. Kalau ada orang yang mengatakan, nggak, kita nggak suka sama harta, yah, mungkin dia sudah sakit dan harus diobati.

Kunci pertama mencari rizki adalah bertakwa kepada Alloh. Kita sering dengar khatib jumat selalu memberikan wasiat kepada takwa dan itu termasuk rukun khutbah jumat. Harus memberikan wasiat kepada takwa. Tapi sayangnya, orang-orang lebih mementingkan cari rizki lewat kantornya, lewat tempat usahanya, daripada bertakwa kepada Alloh, datang sebelum khatib naik mimbar. Antum bisa lihat, berapa persen orang yang datang setelah khatib naik mimbar, dan sebelum khatib naik mimbar. Lebih banyak mana? Jamaah, lebih banyak mana? Yang datang setelah khatib naik mimbar. Sehingga dia tidak pernah dengar wasiat khatib. Tidak pernah mendengar khatib mewasiatkan kepada takwa. Gak pernah. Bertahun-tahun dia hadir jumatan, dia tidak pernah mendengarkan wasiat untuk bertakwa. Karena dia lebih memikirkan cari rizki itu dengan usaha dia saja. Jamaah, yang bagi rizki itu bukan kantor. Yang bagi rizki itu bukan atasannya, bukan bosnya, tapi Alloh Robbul ‘alamin. Dan herannya, sebenarnya kantor itu memberikan waktu istirahat gak? Dan ada sebagian orang yang datang jumatan, datang jumatan. Tapi apa yang dia lakukan? Berdiri. Karena sudah khutbah kedua dan tinggal doa. Maka dia nunggu, kok ini nggak selesai-selesai khatibnya. Allohu akbar, jamaah.

Alloh mengatakan, barangsiapa yang bertakwa kepada Alloh, Alloh akan kasih jalan keluar buat dia. Dari segala urusan dia. Kita kalau lagi kena masalah, lagi kena kesulitan, baik itu hubungan suami istri, hubungan anak buah sama bosnya, hubungan kita dengan tetangga kita, dengan masyarakat kita, kuncinya bertakwa kepada Alloh. Alloh yang bisa menyelesaikan. Alloh yang bisa menyelesaikan. Manusia berusaha tapi Alloh yang menentukan. Dan Alloh akan kasih rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Antum? Antum sudah bekerja? Belum. Toyyib. Antum? Antum sudah bekerja? Wiraswasta? Toyyib. Antum lebih senang mana, rizki yang sudah tau, atau rizki yang belum tau? Yang belum tau jamaah. Rizki yang antum sudah tau, ana, insya Alloh, biasa akhir bulan ini dapatlah gaji. Berapa? 3 juta. Dia ketika dapat gaji itu biasa. Biasa, karena tiap bulan dapet. Tapi ini, kalau orang bertakwa, rizkinya datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Artinya, tau-tau ada orang datang ke rumah atau orang transfer ke rekening. Antum seneng gak? Ada di jember orang dapet transeran satu miliar. Dia lihat, Allohu Akbar, kata dia, Rizki. Ternyata dia dipanggil ke jakarta. Ada orang yang mau cuci uang, jamaah. Masuk ke rekening dia. Bukan rizki, malah bala buat dia. Dia harus dipanggil, antum dapat dari mana duit ini. Tapi yang jelas, rizki yang tidak disangka-sangka itu lebih nikmat rasanya. Antum di rumah lagi duduk-duduk, tau-tau ada tetangga yang kirim pisang goreng. Allohu Akbar, mimpi apa ana semalam, tetangga ngirim pisang goreng. Rizki.

Dan Alloh mengatakan, di surah Al-‘Araf ayat 96, andaikata penduduk negeri itu beriman dan bertakwa. Tidak berbicara andaikata penduduk negeri itu semangat bekerja, mereka tidak kenal lelah, siang jadi malam, malam jadi siang, tangan jadi kaki, kaki jadi tangan, Alloh tidak berbicara itu, jamaah. Ada orang yang tangan jadi kaki, kaki jadi tangan hidup berkeringat terus tapi rizkinya tetap, tidak berubah. Sampai mati jadi kuli. Ada. Ana kadang kala kasian tatkala melihat orang yang kerjanya susah lalu tidak sholat. Kasian, jamaah. Orang-orang di pasar yang sebelum subuh sudah ada di pasar. Entah kalau di surabaya. Tapi di jember kita kadang kala melihat kalau ibu-ibu yang bawa subunan, sebelum subuh dia sudah jalan. Azan subuh tidak berhenti. Ada yang mikul, dari desa teruuus ke kota dia jualan. Azan subuh, lewaaat. Masjid tidak berhenti. Sampai mati dia seperti itu. Alloh mengatakan, andaikata penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, apa kata Alloh? Alloh akan bukakan pintu berkah dari langit dan bumi. Dan kalau kita lihat negeri kita ini, masya Alloh. Berkah dari langit dan bumi jangan ditanya. Lempar tongkat, tumbuh pohon. Di sebagian negeri tumbuh pohon jadi kayu. Itu banyak. Tapi kenapa, penduduk negeri kita tidak bisa menikmati?

Antum coba bertanya. Ada apa dengan kita? Kita tidak beriman dan bertakwa. Kalau tadi disebutkan sholat subuh berjamaah di masjid, berapa banyak yang sholat? Antum bisa lihat. Sholat jumat yang benar-benar wajib? Mendengarkan khutbah yang termasuk bagian dari sholat jumat, berapa banyak yang mendengarkan? Sebagian masih ngobrol ketika khutbah jumat. Nggak ada takwa, jamaah. Dan antum bisa lihat orang yang mencari rizki. Ya, sekarang yang lagi ramai, sebelumnya ada firsst travel, yang sekarang apa? Abu Tour. Mereka mau cari rizki dari jalan apa? Dari memakan hartanya orang-orang yang hendak beribadah kepada Alloh. Wallohi jamaah, walaupun mereka bergelimang harta, ketahuilah, bahwa dosa itu, sesuatu yang grundel di hati.

Orang kalau berbuat dosa itu, walaupun dia punya rumah bagus, dia punya mobil mewah, dia punya aset banyak, tetap, dosa itu membuat hidup dia tidak nyaman. Dan engkau tidak mau orang tau dengan dosa itu. Takuuut, jamaah. Koruptor-koruptor, dia cari rizki lewat sana. Ana kadang kala bingung, jamaah. Ada koruptor yang menyimpan uang di salah satu rumahnya, 250 miliar. Dia sudah tua renta. Buat apa?! Alloh katakan, Alloh tuh mau mengazab mereka dengan harta mereka. Jadi dia dikasih harta, harta itu sebagai azab. Kenapa? Dia serba ketakutan. Takut berkurang, takut ketahuan, takut mati, takut sakit, takut, takut, takut semua. Hartanya jadi azab buat dia. Maka ingat, kunci pertama untuk medapatkan rizki adalah bertakwa kepada Alloh. Orang-orang yang mau berangkat umrah, yang mau berangkat haji, kata Alloh, suruh bawa bekal. Bawa bekal kalian. Apa bekalnya? Sebaik-baiknya bekal itu, takwa. Melaksanakan perintah Alloh dan menjauhi laranganNya.

Yang kedua. Kunci rizki yang kedua, istighfar. Bagaimana pun kita berusaha bertakwa, kita manusia. Kita pasti berbuat dosa. Itu sudah menjadi kodrat manusia. Bahkan kalau kita gak ada yang berbuat dosa, dunia ini akan dikosongin sama Alloh jalla jallalu. Alloh akan datangkan makhluk yang lainnya yang berbuat dosa. Kata Rasul SAW, andaikata kalian tidak berbuat dosa, Alloh akan hilangkan kalian. Alloh akan kosongkan bumi ini. Alloh akan datangkan manusia-manusia yang lain, kaum yang berbeda, yang kemudian mereka berbuat dosa, dan mereka beristighfar, dan Alloh mengampuni dosa-dosa mereka. Dan ternyata, orang yang bertakwa itu, ahli istighfar. Rasulullah SAW, dalam sehari, berapa kali istighfar? Seratus, jamaah. Kita berapa kali istighfar? Ustadz, ana mau istighfar, alhamdulillah hari ini ana nggak berbuat dosa, Ustadz. Subhanalloh. Ini modelnya manusia sekarang. Sok suci. Sok tidak punya dosa. Istighfar. Makanya Alloh ketika menyebutkan penghuni surga itu, apa kata Alloh, mereka kalau malam tidurnya sedikit. Tuh penghuni surga. Ngapain tidurnya sedikit? Ngapain, jamaah? Nonton bola?! Enggak.

Ada orang-orang yang tidurnya sedikit berangkat ke kafe, karaoke, klub malam, di alun-alun. Ana kadang kala bingung. Kadang kala ana naik kereta yang jam satu malam. Itu ana berangkat dari rumah, di alun-alun Jember itu, banyak pemuda-pemudi cangkrukan. Saya lihat, ya Alloh, apa yang dicari mereka? Surga? Bukan tentunya. Masa cari surga di alun-alun?

Di waktu sahur mereka beristighfar. Semakin iman bertambah, semakin banyak istighfar antum. Buktinya siapa? Nabi kita Muhammad SAW. Berkaitan dengan istighfar ini menjadi kunci rizki, Alloh menyebutkan hal ini di surat Nuh, bagaimana nabi Nuh merangsang kaumnya. Orang itu, ada yang perlu dirangsang dengan hadiah. Dikasih hadiah nggak bisa, dikasih hukuman. Model manusia seperti itu. Antara takut dan harap. Ada anak kita yang masya Alloh, kalau dikasih hadiah semangat belajar. Ada yang dikasih hadiah gak semangat. Tapi kalau dikasih pecut, semangat belajar. Ya, manusia berbeda-beda. Sehingga kalau kita lihat, Alloh kadang kala merangsang manusia dengan surga-Nya. Dikasih ini, ada surga. Terkadang Alloh menyebutkan neraka. Dan terkadang surga neraka selalu berdampingan Alloh menyebutnya. Nabi Nuh AS mengatakan kepada kaumnya, aku katakan ya Alloh, kepada kaumku, mohonlah ampun kalian bertobatlah kalian kepada Alloh, sesungguhnya Alloh itu Maha Pengampun. Aku sudah sampaikan itu. Aku sebutkan kepada mereka tentang Engkau, ya Alloh. Tentang kemuliaanMu, tentang AsmaMu, di antara Asma Alloh, asma ul husna, Al Ghofar.

Lalu aku katakan kepada mereka, Alloh akan kirimkan buat kalian hujan yang berkelanjutan, hujan yang bermanfaat buat kalian. Banyak istighfar, Alloh akan tambahkan harta kalian, anak-anak kalian. Cukup itu? Belum. Kalian ingin villa? Kalian ingin punya rumah peristirahatan di taman yang ada sungai di bawahnya? Yang kalau buka jendela melihat sungai, masya Alloh, Alloh kasih. Apa kuncinya? Istighfar.

Maka, teman-teman, yang cari kerja sana-sini, kuliah emapt tahun, dapat ijazah, setiap hari kerjanya buka iklan kerja. Lihat daftar dia. Ditolak. Ada yang pendaftarnya seratus, yang diterima Cuma lima. Apa yang antum lakukan? Is-tigh-far. Banyakin istighfar. Teruus istighfar. Kebanyakan kita itu cari lobi. Nyogok. Syarat pertama, takwa. Antum sudah nyogok. Menyuap. Orang yang menyogok dan disogok, dimana? Di neraka. Antum sudah mulai hidup antum cari rizki, dengan beli tiket ke neraka. Orang tuh beli tiket ke neraka, beli. Gak ada yang gratis ke neraka, antum lihat. Orang keluarkan duit untuk masuk neraka. Mereka berzina, minum khamar, judi, keluar duit dia. Untuk ke mana? Untuk ke surga lah. Maka ingat, mulai awal hidup antum mencari rizki buat anak-anak nih, yang baru lulus kuliah, yang kebingungan nanti mau kerja di mana, karena kita lihat ada orang yang gak pernah kuliah tapi rizkinya masya Alloh, ustadz. Ada. Ada yang llulus SD, masya Alloh, ada yang gak bisa baca dan nulis. Lebih kaya daripada yang profesor doktor ahli ekonomi. Akhirnya ahli ekonomi ini jadi pekerja buat orang yang tidak lulus SD. Antum supaya tahu bahwa rizki itu tidak ada kaitannya dengan ijazah. Nggak ada. Nggak ada kaitannya sama ijazah. Ya belajar, belajar untuk mencari rizki, silahkan. Tapi ingat, kunci rizki yang Alloh telah bukakan buat kita, jangan dilupakan.

Kemudian yang ketiga. Doa meminta rizki. Istighfar itu doa minta ampun. Belum doa minta rizki. Yang ketiga doa minta rizki. Diantara doa yang diajarkan oleh nabi SAW, ana sering menyampaikan, kalau mau tidur, jangan ingat dunia. Ingat apa? Mati. Doanya orang yang mau tidur apa? Bismika allohumma amutu wa ahya. Mati dan hidup. Tapi ternyata, tadi malam ana baca doa ini, nabi SAW mengajarkan kepada kita, doa ingat hutang. Sebelum tidur. Kenapa? Karena kalau antum mati ninggalkan hutang, gak selesai urusan antum. Gak selesai. Maka antum perlu ingat hutang. Kalau perlu tulis wasiat. Kalau punya utang, mungkin anak-anaknya pada enggak tau, hanya antum yang tau, tulis wasiat: bapak punya hutang pada fulan, bapak punya utang sama fulan. Kenapa? Karena orang yang mati syahid, semua dosanya diampuni, kecuali hutang. Ini berkaitan dengan kematian. An Suhail mengatakan, Abu Sholeh menyuruh kita, kalau kita mau tidur, agar kita miring ke kanan, kemudian baca doa. Apa doanya? Ya Alloh, pemilik langit yang tujuh lapis, pemilik bumi, pemilik Arsy yang besar, Engkau Rabb segala sesuatu, Engkau yang membelah biji. Kita lihat, beras itu, atau jagung itu, atau apa saja, terbelah kemudian muncul. Antum kalau melihat biji durian, dia tidak akan tumbuh kecuali terbelah dahulu. Siapa yang membuat dia terbelah? Alloh.

Antum kalau lihat biji kurma itu, keras. Beda sama biji rambutan. Masih bisa digoreng biji rambutan itu. Tapi biji kurma itu keras. Alloh yang membelahnya kemudian muncul tunas. Engkau yang menurunkan Taurat, yang menurunkan Injil, dan ,menurunkan Al-Furqon, yakni Al-Quran nul karim. Lalu dia mengatakan, aku berlindung kepadamu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau yang memegang ubun-ubunnya dia. Alloh, Engkaulah yang awal tidak ada yang sebelumMu. Engkaulah akhir yang tidak ada sesudahMu. Engkau yang dhahir, tidak ada yang di atasMu sesuatu pun. Engkaulah Al-Batin, yang di bawahMu tidak ada sesuatu pun. Lalu apa isi doanya? Ini tawasul jamaah. Tawasul dengan nama Alloh dan sifatNya. Setelah itu doanya, ya Alloh, bayarin utang-utang kami, ya Alloh. Lunasin utang hamba, ya Alloh. Dan berikan kepada kami Karunia Mu supaya kami jauh dari kefakiran. Minta sama Alloh. Lalu silahkan antum tidur. Disebutkan bahwa Abu Hurairah meriwayatkan hadist ini secara marfu’ kepada nabi SAW. Doa.

Hari esok? Ya sudah, terserah Alloh. Yang penting kita sudah memohon dan berdoa. Kemudian tiap pagi nabi berdoa, Allohumma inni as aluka ‘ilman nafi’an wa rizqon toyyiban wa ‘amalan muttaqobala. Tiap pagi beliau berdoa, kita kadang kala lupa baca doa itu. Sebelum matahari terbit, antum baca. Minta ilmu yang bermanfaat, bukan sembarang ilmu. Yang kedua, minta rizki yang baik, bukan sembarang rizki. Kita gak mau dapat rizki yang haram. Yang ketiga, minta amalan yang diterima Alloh jalla jalluh. Karena ada orang yang makan haram, doanya gak dikabulkan. Bertahun-tahuuun dia berdoa. Kok nggak dikabulkan, Ustadz? Lihat. Mungkin ada yang haram yang antum makan.

Kemudian yang keempat. Bertasbih. Membaca subhanallohi wa bihamdih. Atau subhanalloh, subhanalloh. Rasulullah SAW dalam hadist yang diriwayatkan oleh imam Al Hakim dan di shahihkan oleh syaikh Al Bani, beliau mengatakan, sesungguhnya nabi Nuh AS, ketika ajal datang menjemput beliau, nabi Nuh berpesan kepada anak-anaknya, Aku akan beri cerita kepadamu sebuah wasiat. Dia mengatakan, aku menyuruhmu dengan dua perkara, dan aku melarangmu dengan dua perkara. Apa perintah pertama? Aku perintahan kepadamu dengan Laa illa ha illalloh. Jaga laa illa ha illalloh. Ucapkan dan amalkan konsekuensi dari laa illa ha illalloh. Siapa yang tidak bisa mengucapkan laa illa ha illalloh? Burung beo, kalau di ajarin laa illa ha illalloh, bisa. Burung kakak tua, kalau diajarin laa illa ha illalloh, bisa. Tapi apa yang membedakan laa illa ha illalloh-nya dia dengan laa illa ha illalloh-nya seorang muslim? Apa bedanya jamaah? Kita dituntut untuk memahami artinya. Melaksanakan tuntutan dan kandungan laa illa ha illalloh. Bukan sekedar mengatakan laa illa ha illalloh. Makanya ada orang yang mengatakan laa illa ha illalloh, tapi dia benci sama Alloh. Dia tidak menerima aturan Alloh. Dia tidak tunduk dengan laa illa ha illalloh. Berarti bohong antum mengatakan. Orang-orang munafikin, masya Alloh, apakah mereka tidak mengatakan laa illa ha illalloh? Mereka bersalaman dengan nabi. Tangannya menyentuh tangan Rasulullah SAW. Antum baca surat Al Munafiqun. Bohong, syahadatnya bohong. Laa illa ha illallohnya bohong. Dusta. Maka ketahui, mengucapkan laa illa ha illalloh itu mudah. Tapi konsekuensi dari laa illa ha illalloh itu yang dituntut.

Antum tau, dokter itu ada sumpahnya. Pejabat negara itu ada sumpahnya. Bahkan kita lihat disumpah dengan? Quran! Apakah omongan mereka itu benar? Atau bohong? Nanti dilihat. Diamalannya. Nabi Nuh ketika mengatakan kepada anak-anaknya, aku perintahkan kepadamu kepada laa illa ha illalloh, apakah anaknya tidak mengatakan laa illa ha illalloh? Anaknya mengatakan. Tapi perintah ini dalam maksudnya. Bukan hanya ucapan di lisan. Aku perintahkan dengan laa illa ha illalloh, sesungguhnya, langit yang tujuh lapis, dan bumi yang tujuh lapis, kalau ditaro di daun timbangan yang satu, dan laa illa ha illalloh ditaro di daun timbangan yang satunya, tentunya laa illa ha illalloh akan lebih berat.

Kemudian yang terakhir jamaah. Dari kisah nabi Nuh AS. Pesan nabi Nuh kepada putranya, dan ucapkan subhanalloh wa bihamdih, sesungguhnya subhanalloh wa bihamdih itu sholatnya segala sesuatu. Sholatnya binatang-binatang. Sholatnya pepohonan. Karena kita tahu, bertasbih kepada Alloh yang di langit dan di bumi. Segala sesuatu bertasbih. Sampai kerikil pun bertasbih. Sholat mereka. Maka nabi Nuh mengatakan bahwa subhanalloh wa bihamdih itu sholatnya segala sesuatu. Nabi SAW pernah memegang kerikil. Dan para sahabat mendengar tasbih dari kerikil itu. Terus nabi Nuh mengatakan, dengan subhanalloh wa bihamdih, hamba dapat rizki. Maka antum banyak-banyak membaca subhanalloh wa bihamdih. Para ulama menyikap, kenapa kok subhanalloh wa bihamdih bisa membuka rizki? Dengan dua hal.

Yang pertama, dengan subhanalloh itu menyucikan Alloh dari segala kekurangan. Yang disitu ada unsur menetapkan kalau Alloh, ArRazzaq, yang memberi rizki. Karena kita lihat ada orang-orang yang cari rizki di tempat pesugihan. Ada. Dia tidak menyucikan Alloh. Meyakini ada dewa dan dewi yang bisa memberikan rizki kepada dia. Penunggu-penunggu. Maka seseorang yang mengatakan, subhanalloh, sekali lagi, itu bukan hanya ucapan di lisan tapi keyakinan kalau Alloh itu suci dari segala kekurangan. Yang kedua, dari wa bihamdih. Kita memuji Alloh. Bersyukur kepada Alloh. Kalau kalian bersyukur, Aku akan tambahin. Maka tatkala antum mengatakan subhanalloh wa bihamdih hadirkan perasaan menyucikan Alloh dari segala kekurangan dan pujian hanya milik Alloh semata. Aku mau berusaha apapun, kebaikan apapun yang aku lakukan, tetap, pujian milik Alloh jalla jalluh.

Kemudian yang kelima. Tawakal. Kuncinya tawakal. Oleh karena itu kalau antum keluar dari rumah, apa yang antum baca? Bismillahi tawakaltu ‘allalloh laa hawla wa laa quwwata illabillah. Rasulullah SAW mengatakan, andaikata kalian bertawakal kepada Alloh, dengan sejatinya tawakal, dengan sebenar-benarnya tawakal, Alloh akan kasih rizki. Nih, tawakal dapat rizki. Rizkinya kalau tawakal kalian benar, Alloh kasih rizki kepada kalian seperti Alloh kasih rizki kepada burung. Burung tuh pagi kita lihat, keluar dari sarangnya. Apakah burung itu punya gaji, Jamaah? Ana ada gaji, Ustadz. Harian. Gak ada burung. Pokoknya terbang. Terbang sudah. Kerja? Iya. Gak boleh seorang muslim itu tawakal ada di rumah. Tawakal duduk di masjid. Dimana? Keluaaar. Burung tuh terbang. Ada usaha dari dia. Pagi berangkat, sore pulang. Itu burung, ada usaha. Karena arti tawakal ini, Jamaah, dua.

Yang pertama, yakiiin kalau Alloh yang kasih rizki. Alloh yang menyelesaikannya. Itu keyakinan. Yang kedua, menyandarkan diri kepada Alloh. Kita udah yakin, dan kita sandarkan, udah, urusannya sama Alloh. Maka seorang istri kalau suaminya berangkat kerja, doakan suaminya. Ingatkan, mas, jangan lupa doa keluar rumah. Supaya pulang tenang. Kalau istri ingatkan suaminya tawakal, pulang ke rumah ngomong, maaf dek, hari ini nggak dapat duit. Cuma 20 ribu. Sekarang ada orang yang kerjanya ojek online. Ada yang taksi online. Ada orang yang kerjanya memang nunggu panggilan. Gak tau dia, jamaah. Tawakal. Serahkan semuanya kepada Alloh, kalau hari ini nggak dapat rizki, mungkin waktunya aku mati. Karena orang itu tidak akan mati kecuali riskinya sudah selesai semuanya. Maka hadirkan, Jamaah. Orang-orang beriman itu suka bersedekah dan mereka bertawakal kepada Alloh. Sudah serahkan kepada Alloh semuanya. Apa yang kita cari, Jamaah? Apa yang mau kita andalkan?

Nih, subhanalloh, ada orang, ana kalo inget kisah orang ini di pekan baru, masya Alloh. Dia, dulu kongsi sama tiga orang non muslim. Punya perusahaan empat. Lalu ketika dia tahu riba itu haram, dia tinggalkan. Dan tiga orang ini ngasih tau, kamu kalo tidak berurusan dengan bank, gak bisa jalan usaha. Harus, kata dia. Enggaklah, ana keluar. Dia akhirnya keluar, jamaah. Dia bikin usaha sendiri menlanjutkan, dia cerita, ana punya utang 25 miliar. Alhamdulillah, Ustadz. Setahun lunas. Lunas tahun itu, jamaah. Dan sekarang ana semakin yakin sama Alloh, Ustadz. Kalo kita bertakwa, kita bertawakal, kita selalu beristighfar, kita selalu berdoa, selesai urusannya sama Alloh. Kita sekarang punya proyek-proyek, Ustadz, gak ada itu suap-menyuap sudah. Mau dikasihkan ke kita, kita garap. Sampai kemarin dia cerita, ketemu ana di airport, ada proyek, 100 miliar dari pertamina. Ana gak ada, Ustadz. Anak buah ana berangkat dari Pekan Baru ke jakarta, ketemu sama yang mau kasih proyek. Yang kasih proyek tanya, saya mau dikasih berapa? Apa kata orang ini? Enggak, Pak. Kita enggak pakai gitu-gitu. Itu proyek dikasihkan kita, kita garap sesuai dengan yang diminta, tapi kalau suap-menyuap ini-itu, kita tidak ada. Oo kalau gitu, kita gak kasih proyeklah. Ya, gapapa, Pak. Ya, sudah. Pulang nih orang, Jamaah. Pulang. Besoknya ditelpon, ni proyek buat kamu. Proyek 100 miliar, coba! Dengan apa? Dengan yang tadi.

Kita kadang kala takut. Gak mungkin sekarang, sistimnya udah kayak gini. Gak mungkin dapat proyek. Gak mungkin dapat tender. Gak mungkin , gak mungkin, gak mungkin, DI MANA ALLOH?! Seakan-akan yang membuat keputusan itu manusia. Alloh yang memutuskan semuanya! Dan sebelum antum lahir, rizki antum sudah ditulis. Dan Nabi SAW mengatakan, cari rizkinya dengan cara yang cantik. Dengan cara yang halal. Jangan sekali lagi kita mengatakan, kalau enggak kayak gini nggak bisa. Kadang kala ambisi dunia saja, jamaah, bukan enggak bisa. Takut diambil fulan. Takut ketukar rizkinya. Gak bakal ketukar, jamaah. Kalau itu bukan rizki antum, proyek selesai, antum masuk penjara. Itu bukan rizki antum. Banyak orang yang proyek selesai, dia punya ini itu, masuk penjara. Karena itu bukan rizki antum. Jangan pakai cara yang haram, jamaah.

Kemudian yang keenam. Sholat empat rakaat di waktu pagi. Di awal pagi. Sholat apa ini? Ana akan bacakan sabda Nabi SAW. Nabi mengatakan dalam hadist riwayat ahmad bin abu dawud, dan hadist ini shahih, Alloh berfirman, hadistnya hadist qudsi, wahai anak adam jangan sampai engkau lemah, malas melaksanakan empat rakaat di awal siang, Aku akan cukupi akhirnya. Rizkinya sudah Aku jamin, sudah. Dalam riwayat lain disebutkan, anak adam, engkau rukuk empat rakaat di awal pagi, awal hari, Aku akan cukupi engkau sampai akhirnya. Ada dua penafsiran para ulama empat rakaat ini.

Yang pertama, dua rakaat sebelum subuh plus dua rakaat sholat subuh. Itu penafsiran yang pertama. Penafsiran yang kedua adalah sholat dhuha. Empat rakaat sholat dhuha. Ya sudah, antum lebih yakin sama yang mana? Laksanakan dua-duanya. Dua rakaat sebelum subuh, kita tau kemuliaannya. Sholat subuh, kita tau kemuliannya. Dan sholat dhuha, masya Alloh. Dijamin rizkinya sampai akhir. Maka jangan lupa sholat dhuha. Di awal pagi. Dan puncak sholat dhuha ini kapan? Yang paling mulia, ketika anak onta kepanasan. Jam berapa kalo di indonesia? Jam sembilan, jam sepuluh. Orang lagi rame-ramenya tokonya, lagi tegang-tegangnya. Makanya sholat itu disebut sebagai sholatul awwabin, sholatnya orang-orang yang balik kepada Alloh. Karena tatkala sibuk dunia, dia balik sama Alloh. Dia balik. Karena dia tahu, ini semua Alloh yang kasih. Ada orang yang takut, Jamaah, mau balik sama Alloh. Kita usahakan. Usahakan sholat dhuha ini supaya rizki kita lancar.

Yang ketujuh. Menikah. Benar, jamaah. Menikah. Jadi, Alloh jalla jalluh berfirman di surat Nur ayat 32. Kata Alloh, nikahkan tuh orang-orang yang jomblo. Orang yang tidak punya pasangan. Nikahkan mereka. Siapa aja dari keluarga kalian, baik perempuan, laki-laki yang belum punya pasangan, nikahkan. Dan yang sholeh-sholeh dari hamba laki-laki kalian atau budak-budak perempuan kalian. Lalu Alloh mengatakan, memberikan catatan, kalau mereka fakiiir, siapa yang akan kasih rizki? Alloh. Alloh yang akan cukupin. Makanya antum jangan takut, ni ibu-ibu, kalau ada yang melamar putrinya, orang yang mungkin ekonominya tidak stabil, jangan takut. Kenapa? Kalau dia orang sholeh, Alloh akan cukupi rizkinya. Ada sebagian yang lebih percaya dengan kekayaan menantunya. Ada jamaah, orang yang menikahkan, melihat kekayaan menantunya, menantunya bangkrut, minta cerai. Karena dia menikah untuk harta. Niatkan lillahi ta’ala. Kalau miskin, Alloh yang akan mencukupinya. Dan Nabi SAW dalam hadist yang diriwayatkan abu hurairah Ra, nabi mengatakan, ada tiga orang yang Alloh pasti membantu mereka. Tiga orang.

Yang pertama, orang yang brjihad di jalan Alloh. Yang kedua, budak yang ingin membebaskan dirinya, yang bayar, yang membeli dirinya sendiri. Yang ketiga, seorang yang menikah untuk menjaga kehormatan dirinya. Jadi antum, kalau niat nikah, untuk menjaga kehormatan dirinya, lalu antum gak punya uang, gak punya duit, datang sudah bismillah. Datang. Cari mertua yang sholeh. Cari calon istri yang sholehah juga. Bukan kecantikannya, karena banyak kita lebih memilih kecantikan daripada kesholehan. Kesholehan itu nanti lah ustadz. Insya Alloh bisa diperbaiki, Ustadz. Tapi kalau wajah ini gak bisa diperbaiki. Wajah itu, yang bisa rusak. Betul. Kalau antum nikah karena tubuhnya yang semampai, bisa rusak tuh tubuhnya. Wajahnya bisa rusak. Tapi kalau antum menikah karena keshalihannya, untuk menjaga kehormatan diri antum, Alloh cukupi antum. Alloh jamin antum. Ada garansi. Ada asuransi dari Alloh. Kenapa kita kemudian tidak memilih yang ada garansi? Maka ingat, menikah. Bagi anak-anak yang ingin rizkinya lancar, mungkin cari kerjaan sana-cari kerjaan sini gak dapet-dapet, ya sudah, melamar kerja gak dapet, melamar akhwat, bismillah. Kalau diterima. Kalau enggak diterima ya sabar lah.

Kemudian yang kedelapan. Anak. Bikin anak. Antum lihat, ya Alloh, kok susah rizkinya. Sebagian orang itu, mau punya anak lagi, bingung karena dilihat penghasilannya kurang. Ustadz, ni buat anak dua aja, ya Alloh Ustaaadz, udah hemat banget. Masa mau nambah anak lagi? Masya Alloh. Yang ngasih rizki itu, bapaknya apa Tuhannya? Alloh yang kasih rizki. Jadi kalau antum yang ngasih rizki, antum perlu perhitungan. Antum itung tuh. Iya, ana gajinya tiga juta. Anak satu sekian, anak dua sekian, anak tiga habis. Antum gak bisa punya anak lagi kalo antum yang kasih rizki. Tapi bukan antum yang kasih rizki. Alloh mengatakan di surat Al Isra ayat 31, Alloh mengatakan, jangan kalian membunuh anak-anak kalian karena takut fakiiir, takut bangkrut, takut gak cukup hartanya. Apa kata Alloh? Kami, kata Alloh, yang kasih rizki sama anak-anak kalian. Bukan kalian. Kalian pun Kami yang kasih rizki. Maka jangan sampai orang takut punya anak karena masalah ekonomi. Kalau masalahnya ngatur kelahiran karena disebabkan, ibunya kasian ustadz, gak punya pembantu, di rumah ini-itu, tafadhal. Tapi kalo masalah ekonomi, jangan. Karena Alloh yang jamin. Bukan antum, jamaah.

Kemudian yang kesembilan. Silaturrahim. Silaturrahim. Ini yang kadang kala di masa manusia yang sibuk cari harta, kita tuh lupa sama silaturrahim. Waktu kita lebih untuk pekerjaan, karena ini fulus. Kita lebih memilih lembur untuk dapat tambahan gaji daripada silaturrahim. Antum sekarang dirubah. Waktu lemburnya itu, untuk silaturrahim. Lemburnya saya itu silaturrahim. Ada tambahan rizki dari Alloh lebih besar dari waktu lembur yang kita ambil. Rasul SAW mengatakan, barangsiapa yang ingin rizkinya diluaskan, dibentangkan, dan umurnya ditambahkan, waktunya diberkahi, masa hidupnya ditambahin, apa yang harus dilakukan? Silaturrahim. Jadi antum kalo dilihat rizkinya mulai sempit, lembur-lembur tinggalkan. Ganti lemburnya, silaturrahim. Ingat, silaturrahim itu bukan ke rumah sohib. Bukan ke rumah teman. Bukan ke rumah tetangga. Bukan di rumah partner kerja, bukan. Itu namanya ziaroh. Betul. Jadi kalau antum datang ke rumah sohib, antum disebut penziaroh. Bukan disebut silaturrahim. Silaturrahim itu, silah, sama dengan, menyambung. Rahim artinya yang ada rahimnya. Artinya hubungan kerabat. Dan silaturrahim itu bukan maknanya berkunjung, bukan. Maknanya menyambung. Bisa dengan uang, menyambung bisa dengan telpon, menyambung bisa dengan memberikan santunan, menyambung bisa dengan berkunjung, atau apa saja.

Kemudian yang terakhir. Yang kesepuluh. Shodaqoh. Ternyata shodaqoh itu pintu rizki. Antum kalo punya duit 10 juta, sodaqoh satu juta, bukan berkurang duit antum. Nih tambahan dari Alloh. Alloh mengatakan, kalau kalian ngutangin Alloh, kita tuh kalo ada investasi, orang, taro sini duitnya pak, 100 juta, dapet tiap bulan 30 juta. Kira-kira banyak gak yang investasi? Ngantri, jamaah! Sampai OJK itu kuwalahan. Mendapati investasi bodong kayak gini. Tapi orang suka. Kita bingung, ustadz. Kita udah kasih tau, investasi kayak gitu itu bohong semuanya. Tapi orang tetep berambisi. Karena, kok bisa bohong? Saya dapet. Terbukti. Bulan pertama dapat 30 juta, bulan kedua 30 juta, bulan ketiga 100 juta hilang. Itu yang terjadi. Nih Alloh nawarin investasi. Utangin duit kalian kasih Alloh. Apa yang terjadi? Alloh lipatgandakan. Bukan persentase, bukan. Kalo persentase kan 50%, 30%. Ini dilipatgandakan. Antum kasih 10 juta, kita kasih 20 juta. Kita gandakan jadi 700 kali lipat. Itu janji Alloh. Ditambah lagi diampuni dosa-dosanya. Maka antum ketika, bukan ketika, setiap saat lah, tiap pagi antum shodaqoh, keluarkan duit, bismillah. Berangkat kerja, sebelumnya udah berdoa, sebelum subuh sudah istighfar, sudah sholat dua rakaat sebelum subuh, sholat subuh, keluar rumah baca doa tawakal sama Alloh jalla jalluh, kemudian setelah itu berbagi. Antum sedekah sama orang. Pulang dari kerja silaturrahim. Datang ke rumah ayahnya bawa tahu goreng, bawa apa, ayah, ini. Giaman kabarnya ayah? Kepada keponakannya, kepada kakaknya, adeknya, insya Alloh, rizki antum diluaskan sama Alloh. Selain kita tetap berusaha.

Wallohu’alam bis showwab.

2 komentar: