Judul : JANGAN TERPEDAYA DUNIA
Oleh : Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah
Sumber : Channel Youtube – Syafiq Riza Basalamah Official
Editor : Fiqih Fahlevi
Assalamu’alaikum warah
matullah wabarakatuh.
Segala puji bagi Alloh jalla
jallaluh yang mengumpulkan kita di atas petunjuk dan ketakwaan. Kita melihat
manusia memiliki perkumpulan-perkumpulan. Manusia berkelompok-kelompok. Tapi
terkadang, yang mengumpulkan mereka adalah sesuatu yang kurang bermanfaat dalam
kehidupan ini. Ada yang berkumpul karena merk mobilnya sama, ada yang membuat
kelompok karena merk motornya sama, tapi kita berkumpul pada pagi hari ini di
rumah Alloh ini, karena kita semua adalah hamba Alloh jalla jalllaluh. Alloh
menjadikan kita bersaudara. Walaupun kita tidak dilahirkan dari satu rahim ibu
kita.
Ya Alloh, semoga shalawatMu,
semoga salamMu, senantiasa Engkau curahkan untuk hamba kekasihMu, untuk nabi
kita baginda Nabi Muhammad saw. Semoga Alloh mengumpulkan kita bersama beliau,
dan mati di atas sunnah beliau saw.
Amma ba’du.
Jamaah, tadi kita mendengar
imam membaca surat al qiyamah. Di tengah-tengah surat itu Alloh mengatakan,
sekali-kali kalian itu benar-benar mencintai dunia. Mencintai sesuatu yang ada
sekarang ini. Dan meninggalkan akhirat. Alloh menjelaskan tentang bagaimana
manusia bahwa kebanyakan manusia itu, mencintai dunianya. Akhirat?! Mungkin
tidak ada dalam benaknya. Kecuali tatkala ada waktu, mungkin dia baru berpikir tentang
akhiratnya.
Sekarang ini lagi musim haji.
Tahun ini, 70% jamaah haji Indonesia beresiko tinggi. Usianya rata-rata sudah
tua. Sudah sepuh. Masya Alloh. Di antara mereka yang sepuh-sepuh ini, mungkin
memang ada yang baru mampu sekarang. Sehingga baru wajib haji ketika mampu.
Mampunya umur 60 tahun, ya berangkat umur 60 tahun. Tapi ada juga yang
kemampuannya sudah ia dapatkan sejak umur 30 tahun tapi gak berangkat haji.
Kenapa?! Belum dapat panggilan, katanya. Masya Alloh. Emangnya nabi Ibrahim
belum manggil tuh dari dulu?? Padahal kata Alloh kepada nabi Ibrahim, Engkau
umumkan kepada manusia itu supaya datang haji! Semua sudah dipanggil. Cuma
engkau gak mau berangkat. Hanya mau berangkat ketika engkau sepuh. Haji sudah
tidak lagi sempurna pelaksanaannya. Karena beda, yang sehat dan muda, dengan
yang sakit lagi tua.
Alloh mengatakan, kalian
benar-benar lebih mementingkan kehidupan dunia. Kalian lebih mementingkan
memiliki mobil, kalian lebih mementingkan membangun rumah, kalian lebih
mementingkan menambah modal diusaha kalian, daripada akhirat kalian. Maka jarang
kita mendapati jamaah haji itu muda. Karena berpikirnya berangkatnya kalau tua
saja. Ada juga yang menunda berangkat haji karena anaknya masih kecil. Ternyata
lima tahun ke depan dia punya anak lagi. Maka kita koreksi diri kita lagi,
jamaah. Apa sih yang menyebabkan kita terpana dengan dunia ini?
Alloh jalla jallaluh
menjadikan kehidupan dunia ini tempat bercocok tanam untuk akhirat. Artinya
tidak ada manusia yang bisa masuk ke surga kecuali melewati dunia ini. Di sini
Alloh menciptakan kita untuk beramal. Namun, dibanyak ayat, Alloh seringkali
mewanti-wanti kita, awas, sama dunia ini! Kalau antum dikatakan, awas, antum
akan berhati-hati. Orang ketika diberi peringatan, dia berhati-hati. Dan Alloh
berulang kali mengingatkan kita dengan kondisi dunia ini. Kadang kala dengan
memberikan contoh dan Alloh memisalkan dunia ini dengan air. Ada di surat Yunus
ayat 24, di surat al kahfi ayat 45. Alloh mengatakan di surat al kahf ayat 45,
berikan kepada mereka permisalan kehidupan di dunia ini. Kita ini berada di dalamnya.
Sehingga kita memerlukan permisalan. Yaitu, seperti air yang Kami turunkan dari
langit.
Kenapa sih Alloh permisalkan
dunia ini seperti air? Karena, air itu turun. Kemudian masuk ke dalam tanah.
Bercampur dengan akar-akar pohon. Maka tanaman-tanaman jadi tumbuh yang membuat
orang terkesima. Namun ketika tanaman-tanaman itu sudah dipanen, batangnya jadi
coklat dan mengering. Maka antum sudah tidak terkesima lagi. Maka, seperti
itulah kehidupan dunia. Alloh itu maha kuasa atas segala sesuatu. Lalu Alloh
sebutkan tentang perhiasan kehidupan dunia yang membuat kita jadi terpedaya.
Yang membuat banyak orang sibuk mengumpulkan perhiasan dunia. Maka Alloh
ingatkan, amal-amal soleh, ucapan-ucapan baik itu jauh lebih baik di sisi Rabb
mu. Lebih banyak pahalanya dan lebih banyak harapannya daripada kehidupan dunia
ini.
Jamaah rahimakumullah, al imam
qurtubi menyebutkan, kenapa dunia ini dipermisalkan dengan air? Beliau mengatakan, yang pertama, air itu gak
akan berhenti di suatu tempat. Gak akan menetap di suatu tempat. Air itu
mengalir. Begitu pula dunia. Dunia itu tidak akan berada dalam satu kondisi.
Hari ini antum tertawa, hari ini antum bersyukur, hari ini antum berbahagia dan
antum menampakkan kebahagiaan itu. Tapi besok, boleh jadi kondisi itu berubah. Antum
harus siap. Yang hari ini sukses, antum akan meninggalkan kesuksesan antum. Siapa
yang tahu? Itulah dunia. Seperti air. Dia terus jalan. Kadang kala dia keruh,
kadang kala jadi jernih lagi. Maka jangan terpedaya.
Kemudian yang kedua, air itu
pergi tidak ada yang menetap. Begitu pula dunia ini akan pergi. Fana dunia ini.
Gak kekal. Maka Alloh katakan, yang ada pada diri kalian itu, semua akan pergi.
Akan hilang. Apa saja. Subhanalloh, jamaah. Itulah dunia.
Yang ketiga disebutkan, orang
kalau masuk ke air pasti basah semua. Gak ada yang seperti daun talas yang bisa
melawan air. Maka orang yang terjun ke dunia ini pasti dia akan basah. Alloh
sudah menetapkan, sudah ditanamkan di hati kita cinta syahwat dunia. Maka
hati-hati. Tapi begitulah kehidupan ini. Sesaat engkau harus sibuk dengan dunia
tapi jangan terjebak dengan dunia mu. Kau harus datang lagi, mengecas keimanan mu.
Kayak sekarang kita datang untuk mengecas keimanan kita, jamaah. Supaya tidak
terpedaya dengan dunia ini.
Kemudian yang keempat. Kata imam
al qurtubi, air itu ketika sesuai dengan kadarnya yang dibutuhkan, maka ia
bermanfaat. Tapi kalau sudah kelebihan, ia akan menghancurkan dan membinasakan.
Ketika air hujan itu turun, misalnya, petani senang. Tapi ketika dua tiga hari
hujannya nggak berhenti, hancur tanaman padinya. Ya, begitu juga dengan dunia. Kalo
antum ambil dunia itu sesuai dengan kebutuhan antum, alhamdulillah, bermanfaat.
Tapi kalau sudah berlebih, bisa membinasakan antum.
Antum lihat, berapa yang antum
simpan di brankas besi antum. ketika orang memiliki penghasilan banyak tiap
bulan, jangan sampai itu menjadi beban buat antum. Antum ambil secukupnya. Selebihnya
lemparkan ke akhirat antum. Karena banyak orang yang kelebihan harta,
pikirannya negatif. Kalo orang sholeh punya uang banyak mungkin pikirannya untuk
ibadah. Tapi kalo orang nggak sholeh, pikirannya, na’udzubillah, berzina. Dia akan
gunakan harta itu di tempat-tempat yang tidak diridhai Alloh jalla jallaluh.
Maka apa yang harus kita
lakukan melihat dunia ini?
Yang pertama antum harus sadar
bahwa dunia ini gak ada nilainya. Di sisi Alloh dunia ini tidak lebih dari satu
sayap nyamuk. Bahkan Rasul saw mengatakan, kalau dunia ini nilainya di sisi
Alloh setara dengan satu sayap nyamuk, orang kafir gak akan dikasih seteguk
air. Oleh karena itu Alloh mengingatkan kita bahwa dunia ini kesenangannya sejenak.
Kalau antum baca al quran nul karim, antum akan menemukan Alloh menjelaskan
tentang dunia berulang kali. Alloh ingatkan terus. Tapi banyak di antara kita
yang gak paham dengan apa yang diajarkan Alloh. Boleh jadi dia mendengar tapi
gak paham.
Bicara tentang nilai dunia di
sisi Alloh, subhanalloh, ada kisah, salah seorang khalifah dari bani umayyah
yang pernah berkuasa di andalusia, suatu hari menyelesaikan pembangunan istana.
Selesai istana dibangun, dipanggillah pejabat-pejabat negara. Semuanya memuji. Kemudian
datang seorang alim ulama. Duduk di samping khalifah. Dia tidak berkomentar
apapun. Setelah komentar dari semua pejabat selesai, maka ditanyalah ulama ini
oleh khalifah, bagaimana pendapatmu mu? Kata ulama ini, ana heran wahai
khalifah. Kok bisa-bisanya syaitan mempermainkanmu sampai seperti ini?? Sampai engkau
bikin bangunan megah kayak begini. Apakah engkau tidak ingat dengan firman
Alloh, dalam surat adz zukhruf ayat 33 – 35, Alloh menceritakan, andaikata
Alloh tidak benci orang berkumpul dalam kekufuran, Kami akan jadikan buat
orang-orang kafir itu atap-atap rumah mereka dari perak. Dibikin tangga-tangga
yang mereka bisa naik ke rumah mereka tersebut. Kemudian dikasih pintu-pintu
yang indah, di kasih sofa-sofa yang indah, dikasih perhiasan-perhiasan. Kata Alloh,
tapi itu hanya kenikmatan dunia yang fana. Dan akhirat itu, di sisi Rabb mu,
hanya untuk orang-orang yang bertakwa.
Maka kalau kita lihat, Alloh
membagi dunia ini kepada semua orang. Jadi jangan berpikir, kalau antum kaya,
antum dicintai Alloh. Kalau antum sukses, menjadi seorang pejabat, memiliki harta
berlimpah, atau sebagai pengusaha yang memiliki banyak usaha, dihormatin oleh
manusia, antum berpikir antum dicintai Alloh, enggak. Dalam sebuah hadist nabi
saw mengatakan, Alloh berbagi dunia ini kepada orang yang Alloh cintai dan
kepada yang Alloh tidak cintai. Alloh berikan dunia ini kepada qorun, fir’aun,
namrud. Alloh kasih kepada mereka sebagai orang yang durhaka. Dan Alloh berikan
pula kepada orang sholeh seperti nabi sulaiman as dan nabi Daud as. Artinya dunia
ini bukan tolok ukur kecintaan Alloh kepada kita. Sama sekali bukan, jamaah. Tapi
Alloh tidak berbagi iman kecuali kepada orang yang Alloh cintai. Jadi, kalau Alloh
bikin antum bisa qiyammul lail, insya Alloh, Alloh cinta sama antum. Karena
Alloh tidak berbagi iman kecuali kepada orang yang Alloh cintai.
Jamaah rahimakumulloh. Ada dalam
dunia ini yang indah yang bisa kita cari. Ketika turun firman Alloh yang
berkaitan dengan emas dan perak, Alloh mengatakan, sesungguhnya orang-orang
yang menimbun harta, kemudian dia tidak menafkahkannya di jalan Alloh, berikan
kabar gembira kepada mereka tentang azab yang pedih pada hari kiamat. Ketika turun
ayat itu, Rasul saw mengatakan, celaka emas dan perak itu. Lalu dalam satu
riwayat, umar ra berdiri, ya Rasulullah, kenapa ya Rasulullah? Kok celaka orang
yang menumpuk emas dan perak? Terus apa yang kita cari dalam dunia ini? Rasul saw
menyebutkan ada tiga kenikmatan dunia yang harus diburu: yang pertama, lisan
yang pandai berdzikir. Yang kedua, hati yang pandai bersyukur. Dan yang ketiga,
pasangan hidup yang sholehah. Yang membantu suaminya dalam urusan akhirat. Maka
silahkan kita memandang dunia ini dengan kacamata yang benar. Karena dunia ini
sarana mencari bekal di akhira nanti.
Di surat al imran ayat 185
Alloh mengatakan, semua yang bernyawa itu akan merasakan kematian. Dokter yang
ngobatin, mati. Apoteker yang bikin obat, mati. Semuanya mati. Yang bayi, yang
remaja, yang tua, akan merasakan kematian. Itu sudah ketetapan Alloh jalla
jallaluh. Maka jangan cari keabadian di muka bumi ini. Apapun pekerjaan mu, di manapun
engkau menjabat, engkau bakal mati. Maka jangan sampai antum terpedaya. Kalian,
akan mendapatkan pahala kalian sempurna pada hari kiamat nanti. Asalkan antum
tidak melakukan hal-hal yang memotong pahala antum.
Kalau mau bicara kesuksesan,
siapa sih orang yang sukses? Siapa sih orang yang beruntung? Siapa sih orang
yang pantas dimasukkan ke surga? Kesuksesan sebenarnya adalah barangsiapa yang
dijauhkan dari azab api neraka dan dia dimasukkan ke dalam surga Alloh jalla
jallaluh. Kemudian kata Alloh, kehidupan dunia ini hanya kenikmatan sementara
yang menipu.
Oleh karena itu nabi saw pernah
bertanya kepada para sahabat, siapa di antara kalian, yang harta orang lain lebih
dicintai daripada harta kalian sendiri? Mungkinkah jamaah, antum cinta sama
harta tetangga antum? Adakah orang seperti itu?! Kata para sahabat, enggak ada
ya Rasul saw. Semua orang lebih cinta sama hartanya sendiri. Kalian tau harta kalian
yang mana? Yang kalian makan kemudian jadi kotoran. Yang kau pakai, kemudian
jadi usang. Yang engkau sedekahkan kemudian engkau simpan. Yang selain itu
engkau akan tinggalkan. Dan itu realitanya, jamaah. Ya, banyak orang seperti
itu. Hanya kesenangan yang menipu.
Maka jamaah rahimakumulloh,
bagaimana menyikapinya? Jangan berambisi dunia. Antum silahkan cari dunia. Karena
tiap pagi pun nabi saw berdoa, Allohumma inni asaluka ‘ilman naafi’an wa rizqon
toyyiban wa ‘amalan muttaqobalaa, tiap hari beliau baca itu. Beliau minta
rizki. Tapi antum tidak boleh berambisi dunia. Orientasi antum gak boleh dunia.
Alloh mengatakan dalam surat al isra, barangsiapa yang berambisi dunia, kita
akan berikan bagi dia apa yang Kami kehendaki. Kemudian Kami jadikan bagi dia
neraka jahanam yang dia akan dimasukkan dalam kondisi dia terhina dan susah di
sana, jamaah. Kenapa? Karena ambisinya dunia. Sebagian orang ibadah tapi cari dunia.
Cari pujian orang, yang dia inginkan ketenaran, popularitas. Alloh kasih.
Tapi barangsiapa yang
ambisinya akhirat, dan dia berusaha untuk meraih akhirat itu, dan dia orang
yang beriman, maka orang-orang itu akan Alloh syukuri usaha-usaha mereka. Ada orang
bekerja punya 10 perusahaan. Dia memiliki ladang sawit 40 ribu hektar. Tapi
yang dia cari akhirat, bukan dunia. Dia berusaha. Jadi, orang yang cari akhirat
itu bukan yang diam aja, jamaah. Bisa jadi dia sosok orang kaya raya tapi
orientasi mencari uangnya adalah untuk akhirat. Semua hasilnya untuk Alloh. Tapi
kita juga jangan hasad. Karena dunia tidak datang keculai sesuai yang Alloh
takdirkan buat dia.
Maka antum perlu menata hati. Memahami
hakikat dunia ini. Memahami keberadaan antum di muka bumi ini. Kemudian antum
tanamkan ambisi di dalam jiwa antum, ana mau cari akhirat. Karena boleh jadi di
dunia ini mungkin ana hanya hidup sebentar.
Wallohu a’lam bish showwab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar