Sabtu, 15 September 2018

JANGAN TERPEDAYA DUNIA


Judul               : JANGAN TERPEDAYA DUNIA
Oleh                : Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah
Sumber            : Channel Youtube – Syafiq Riza Basalamah Official
Editor              : Fiqih Fahlevi


Assalamu’alaikum warah matullah wabarakatuh.

Segala puji bagi Alloh jalla jallaluh yang mengumpulkan kita di atas petunjuk dan ketakwaan. Kita melihat manusia memiliki perkumpulan-perkumpulan. Manusia berkelompok-kelompok. Tapi terkadang, yang mengumpulkan mereka adalah sesuatu yang kurang bermanfaat dalam kehidupan ini. Ada yang berkumpul karena merk mobilnya sama, ada yang membuat kelompok karena merk motornya sama, tapi kita berkumpul pada pagi hari ini di rumah Alloh ini, karena kita semua adalah hamba Alloh jalla jalllaluh. Alloh menjadikan kita bersaudara. Walaupun kita tidak dilahirkan dari satu rahim ibu kita.

Ya Alloh, semoga shalawatMu, semoga salamMu, senantiasa Engkau curahkan untuk hamba kekasihMu, untuk nabi kita baginda Nabi Muhammad saw. Semoga Alloh mengumpulkan kita bersama beliau, dan mati di atas sunnah beliau saw.
Amma ba’du.

Jamaah, tadi kita mendengar imam membaca surat al qiyamah. Di tengah-tengah surat itu Alloh mengatakan, sekali-kali kalian itu benar-benar mencintai dunia. Mencintai sesuatu yang ada sekarang ini. Dan meninggalkan akhirat. Alloh menjelaskan tentang bagaimana manusia bahwa kebanyakan manusia itu, mencintai dunianya. Akhirat?! Mungkin tidak ada dalam benaknya. Kecuali tatkala ada waktu, mungkin dia baru berpikir tentang akhiratnya.

Sekarang ini lagi musim haji. Tahun ini, 70% jamaah haji Indonesia beresiko tinggi. Usianya rata-rata sudah tua. Sudah sepuh. Masya Alloh. Di antara mereka yang sepuh-sepuh ini, mungkin memang ada yang baru mampu sekarang. Sehingga baru wajib haji ketika mampu. Mampunya umur 60 tahun, ya berangkat umur 60 tahun. Tapi ada juga yang kemampuannya sudah ia dapatkan sejak umur 30 tahun tapi gak berangkat haji. Kenapa?! Belum dapat panggilan, katanya. Masya Alloh. Emangnya nabi Ibrahim belum manggil tuh dari dulu?? Padahal kata Alloh kepada nabi Ibrahim, Engkau umumkan kepada manusia itu supaya datang haji! Semua sudah dipanggil. Cuma engkau gak mau berangkat. Hanya mau berangkat ketika engkau sepuh. Haji sudah tidak lagi sempurna pelaksanaannya. Karena beda, yang sehat dan muda, dengan yang sakit lagi tua.

Alloh mengatakan, kalian benar-benar lebih mementingkan kehidupan dunia. Kalian lebih mementingkan memiliki mobil, kalian lebih mementingkan membangun rumah, kalian lebih mementingkan menambah modal diusaha kalian, daripada akhirat kalian. Maka jarang kita mendapati jamaah haji itu muda. Karena berpikirnya berangkatnya kalau tua saja. Ada juga yang menunda berangkat haji karena anaknya masih kecil. Ternyata lima tahun ke depan dia punya anak lagi. Maka kita koreksi diri kita lagi, jamaah. Apa sih yang menyebabkan kita terpana dengan dunia ini?

Alloh jalla jallaluh menjadikan kehidupan dunia ini tempat bercocok tanam untuk akhirat. Artinya tidak ada manusia yang bisa masuk ke surga kecuali melewati dunia ini. Di sini Alloh menciptakan kita untuk beramal. Namun, dibanyak ayat, Alloh seringkali mewanti-wanti kita, awas, sama dunia ini! Kalau antum dikatakan, awas, antum akan berhati-hati. Orang ketika diberi peringatan, dia berhati-hati. Dan Alloh berulang kali mengingatkan kita dengan kondisi dunia ini. Kadang kala dengan memberikan contoh dan Alloh memisalkan dunia ini dengan air. Ada di surat Yunus ayat 24, di surat al kahfi ayat 45. Alloh mengatakan di surat al kahf ayat 45, berikan kepada mereka permisalan kehidupan di dunia ini. Kita ini berada di dalamnya. Sehingga kita memerlukan permisalan. Yaitu, seperti air yang Kami turunkan dari langit.

Kenapa sih Alloh permisalkan dunia ini seperti air? Karena, air itu turun. Kemudian masuk ke dalam tanah. Bercampur dengan akar-akar pohon. Maka tanaman-tanaman jadi tumbuh yang membuat orang terkesima. Namun ketika tanaman-tanaman itu sudah dipanen, batangnya jadi coklat dan mengering. Maka antum sudah tidak terkesima lagi. Maka, seperti itulah kehidupan dunia. Alloh itu maha kuasa atas segala sesuatu. Lalu Alloh sebutkan tentang perhiasan kehidupan dunia yang membuat kita jadi terpedaya. Yang membuat banyak orang sibuk mengumpulkan perhiasan dunia. Maka Alloh ingatkan, amal-amal soleh, ucapan-ucapan baik itu jauh lebih baik di sisi Rabb mu. Lebih banyak pahalanya dan lebih banyak harapannya daripada kehidupan dunia ini.

Jamaah rahimakumullah, al imam qurtubi menyebutkan, kenapa dunia ini dipermisalkan dengan air?  Beliau mengatakan, yang pertama, air itu gak akan berhenti di suatu tempat. Gak akan menetap di suatu tempat. Air itu mengalir. Begitu pula dunia. Dunia itu tidak akan berada dalam satu kondisi. Hari ini antum tertawa, hari ini antum bersyukur, hari ini antum berbahagia dan antum menampakkan kebahagiaan itu. Tapi besok, boleh jadi kondisi itu berubah. Antum harus siap. Yang hari ini sukses, antum akan meninggalkan kesuksesan antum. Siapa yang tahu? Itulah dunia. Seperti air. Dia terus jalan. Kadang kala dia keruh, kadang kala jadi jernih lagi. Maka jangan terpedaya.

Kemudian yang kedua, air itu pergi tidak ada yang menetap. Begitu pula dunia ini akan pergi. Fana dunia ini. Gak kekal. Maka Alloh katakan, yang ada pada diri kalian itu, semua akan pergi. Akan hilang. Apa saja. Subhanalloh, jamaah. Itulah dunia.

Yang ketiga disebutkan, orang kalau masuk ke air pasti basah semua. Gak ada yang seperti daun talas yang bisa melawan air. Maka orang yang terjun ke dunia ini pasti dia akan basah. Alloh sudah menetapkan, sudah ditanamkan di hati kita cinta syahwat dunia. Maka hati-hati. Tapi begitulah kehidupan ini. Sesaat engkau harus sibuk dengan dunia tapi jangan terjebak dengan dunia mu. Kau harus datang lagi, mengecas keimanan mu. Kayak sekarang kita datang untuk mengecas keimanan kita, jamaah. Supaya tidak terpedaya dengan dunia ini.

Kemudian yang keempat. Kata imam al qurtubi, air itu ketika sesuai dengan kadarnya yang dibutuhkan, maka ia bermanfaat. Tapi kalau sudah kelebihan, ia akan menghancurkan dan membinasakan. Ketika air hujan itu turun, misalnya, petani senang. Tapi ketika dua tiga hari hujannya nggak berhenti, hancur tanaman padinya. Ya, begitu juga dengan dunia. Kalo antum ambil dunia itu sesuai dengan kebutuhan antum, alhamdulillah, bermanfaat. Tapi kalau sudah berlebih, bisa membinasakan antum.

Antum lihat, berapa yang antum simpan di brankas besi antum. ketika orang memiliki penghasilan banyak tiap bulan, jangan sampai itu menjadi beban buat antum. Antum ambil secukupnya. Selebihnya lemparkan ke akhirat antum. Karena banyak orang yang kelebihan harta, pikirannya negatif. Kalo orang sholeh punya uang banyak mungkin pikirannya untuk ibadah. Tapi kalo orang nggak sholeh, pikirannya, na’udzubillah, berzina. Dia akan gunakan harta itu di tempat-tempat yang tidak diridhai Alloh jalla jallaluh.

Maka apa yang harus kita lakukan melihat dunia ini?

Yang pertama antum harus sadar bahwa dunia ini gak ada nilainya. Di sisi Alloh dunia ini tidak lebih dari satu sayap nyamuk. Bahkan Rasul saw mengatakan, kalau dunia ini nilainya di sisi Alloh setara dengan satu sayap nyamuk, orang kafir gak akan dikasih seteguk air. Oleh karena itu Alloh mengingatkan kita bahwa dunia ini kesenangannya sejenak. Kalau antum baca al quran nul karim, antum akan menemukan Alloh menjelaskan tentang dunia berulang kali. Alloh ingatkan terus. Tapi banyak di antara kita yang gak paham dengan apa yang diajarkan Alloh. Boleh jadi dia mendengar tapi gak paham.

Bicara tentang nilai dunia di sisi Alloh, subhanalloh, ada kisah, salah seorang khalifah dari bani umayyah yang pernah berkuasa di andalusia, suatu hari menyelesaikan pembangunan istana. Selesai istana dibangun, dipanggillah pejabat-pejabat negara. Semuanya memuji. Kemudian datang seorang alim ulama. Duduk di samping khalifah. Dia tidak berkomentar apapun. Setelah komentar dari semua pejabat selesai, maka ditanyalah ulama ini oleh khalifah, bagaimana pendapatmu mu? Kata ulama ini, ana heran wahai khalifah. Kok bisa-bisanya syaitan mempermainkanmu sampai seperti ini?? Sampai engkau bikin bangunan megah kayak begini. Apakah engkau tidak ingat dengan firman Alloh, dalam surat adz zukhruf ayat 33 – 35, Alloh menceritakan, andaikata Alloh tidak benci orang berkumpul dalam kekufuran, Kami akan jadikan buat orang-orang kafir itu atap-atap rumah mereka dari perak. Dibikin tangga-tangga yang mereka bisa naik ke rumah mereka tersebut. Kemudian dikasih pintu-pintu yang indah, di kasih sofa-sofa yang indah, dikasih perhiasan-perhiasan. Kata Alloh, tapi itu hanya kenikmatan dunia yang fana. Dan akhirat itu, di sisi Rabb mu, hanya untuk orang-orang yang bertakwa.

Maka kalau kita lihat, Alloh membagi dunia ini kepada semua orang. Jadi jangan berpikir, kalau antum kaya, antum dicintai Alloh. Kalau antum sukses, menjadi seorang pejabat, memiliki harta berlimpah, atau sebagai pengusaha yang memiliki banyak usaha, dihormatin oleh manusia, antum berpikir antum dicintai Alloh, enggak. Dalam sebuah hadist nabi saw mengatakan, Alloh berbagi dunia ini kepada orang yang Alloh cintai dan kepada yang Alloh tidak cintai. Alloh berikan dunia ini kepada qorun, fir’aun, namrud. Alloh kasih kepada mereka sebagai orang yang durhaka. Dan Alloh berikan pula kepada orang sholeh seperti nabi sulaiman as dan nabi Daud as. Artinya dunia ini bukan tolok ukur kecintaan Alloh kepada kita. Sama sekali bukan, jamaah. Tapi Alloh tidak berbagi iman kecuali kepada orang yang Alloh cintai. Jadi, kalau Alloh bikin antum bisa qiyammul lail, insya Alloh, Alloh cinta sama antum. Karena Alloh tidak berbagi iman kecuali kepada orang yang Alloh cintai.

Jamaah rahimakumulloh. Ada dalam dunia ini yang indah yang bisa kita cari. Ketika turun firman Alloh yang berkaitan dengan emas dan perak, Alloh mengatakan, sesungguhnya orang-orang yang menimbun harta, kemudian dia tidak menafkahkannya di jalan Alloh, berikan kabar gembira kepada mereka tentang azab yang pedih pada hari kiamat. Ketika turun ayat itu, Rasul saw mengatakan, celaka emas dan perak itu. Lalu dalam satu riwayat, umar ra berdiri, ya Rasulullah, kenapa ya Rasulullah? Kok celaka orang yang menumpuk emas dan perak? Terus apa yang kita cari dalam dunia ini? Rasul saw menyebutkan ada tiga kenikmatan dunia yang harus diburu: yang pertama, lisan yang pandai berdzikir. Yang kedua, hati yang pandai bersyukur. Dan yang ketiga, pasangan hidup yang sholehah. Yang membantu suaminya dalam urusan akhirat. Maka silahkan kita memandang dunia ini dengan kacamata yang benar. Karena dunia ini sarana mencari bekal di akhira nanti.
Di surat al imran ayat 185 Alloh mengatakan, semua yang bernyawa itu akan merasakan kematian. Dokter yang ngobatin, mati. Apoteker yang bikin obat, mati. Semuanya mati. Yang bayi, yang remaja, yang tua, akan merasakan kematian. Itu sudah ketetapan Alloh jalla jallaluh. Maka jangan cari keabadian di muka bumi ini. Apapun pekerjaan mu, di manapun engkau menjabat, engkau bakal mati. Maka jangan sampai antum terpedaya. Kalian, akan mendapatkan pahala kalian sempurna pada hari kiamat nanti. Asalkan antum tidak melakukan hal-hal yang memotong pahala antum.

Kalau mau bicara kesuksesan, siapa sih orang yang sukses? Siapa sih orang yang beruntung? Siapa sih orang yang pantas dimasukkan ke surga? Kesuksesan sebenarnya adalah barangsiapa yang dijauhkan dari azab api neraka dan dia dimasukkan ke dalam surga Alloh jalla jallaluh. Kemudian kata Alloh, kehidupan dunia ini hanya kenikmatan sementara yang menipu.

Oleh karena itu nabi saw pernah bertanya kepada para sahabat, siapa di antara kalian, yang harta orang lain lebih dicintai daripada harta kalian sendiri? Mungkinkah jamaah, antum cinta sama harta tetangga antum? Adakah orang seperti itu?! Kata para sahabat, enggak ada ya Rasul saw. Semua orang lebih cinta sama hartanya sendiri. Kalian tau harta kalian yang mana? Yang kalian makan kemudian jadi kotoran. Yang kau pakai, kemudian jadi usang. Yang engkau sedekahkan kemudian engkau simpan. Yang selain itu engkau akan tinggalkan. Dan itu realitanya, jamaah. Ya, banyak orang seperti itu. Hanya kesenangan yang menipu.

Maka jamaah rahimakumulloh, bagaimana menyikapinya? Jangan berambisi dunia. Antum silahkan cari dunia. Karena tiap pagi pun nabi saw berdoa, Allohumma inni asaluka ‘ilman naafi’an wa rizqon toyyiban wa ‘amalan muttaqobalaa, tiap hari beliau baca itu. Beliau minta rizki. Tapi antum tidak boleh berambisi dunia. Orientasi antum gak boleh dunia. Alloh mengatakan dalam surat al isra, barangsiapa yang berambisi dunia, kita akan berikan bagi dia apa yang Kami kehendaki. Kemudian Kami jadikan bagi dia neraka jahanam yang dia akan dimasukkan dalam kondisi dia terhina dan susah di sana, jamaah. Kenapa? Karena ambisinya dunia. Sebagian orang ibadah tapi cari dunia. Cari pujian orang, yang dia inginkan ketenaran, popularitas. Alloh kasih.

Tapi barangsiapa yang ambisinya akhirat, dan dia berusaha untuk meraih akhirat itu, dan dia orang yang beriman, maka orang-orang itu akan Alloh syukuri usaha-usaha mereka. Ada orang bekerja punya 10 perusahaan. Dia memiliki ladang sawit 40 ribu hektar. Tapi yang dia cari akhirat, bukan dunia. Dia berusaha. Jadi, orang yang cari akhirat itu bukan yang diam aja, jamaah. Bisa jadi dia sosok orang kaya raya tapi orientasi mencari uangnya adalah untuk akhirat. Semua hasilnya untuk Alloh. Tapi kita juga jangan hasad. Karena dunia tidak datang keculai sesuai yang Alloh takdirkan buat dia.

Maka antum perlu menata hati. Memahami hakikat dunia ini. Memahami keberadaan antum di muka bumi ini. Kemudian antum tanamkan ambisi di dalam jiwa antum, ana mau cari akhirat. Karena boleh jadi di dunia ini mungkin ana hanya hidup sebentar.

Wallohu a’lam bish showwab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar